Penyalahgunaan Koperasi

Penyalahgunaan Koperasi

UANG KOPERASI KARYAWAN DIGELAPKAN

Uang Anggota Kopkar Rp 1,1 M Diduga Digelapkan

CIMAHI,(GM)
Puluhan karyawan PT San San Jln. Cibaligo, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, menuntut pengembalian uang simpanan di Koperasi Karyawan (Kopkar) PT San San Divisi Garmen. Uang milik mereka sekitar Rp 1,1 miliar diduga disalahgunakan salah seorang oknum pengurus koperasi, yang kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB).

Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi puluhan karyawan PT San San, Senin (3/1). Mereka memulai aksi di lokasi pabrik Jln. Cibaligo sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam aksinya, mereka hanya berkumpul sebentar di halaman pabrik, dilanjutkan dengan konvoi mengunakan kendaraan roda dua menuju PNBB, untuk ikut menyaksikan jalannya persidangan. Sidang mendudukkan ketua koperasi, HR sebagai terdakwa karena diduga melakukan penyalahgunaan uang koperasi.

Menurut Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)’92 PT San San, Giyanta, uang koperasi yang diduga disalahgunakan oknum pengurus koperasi tersebut totalnya sekitar Rp 2 miliar. Dari jumlah tersebut, menurutnya, sekitar Rp 1,1 miliar merupakan uang karyawan yang menjadi anggota koperasi tersebut.

Menurut Giyanta, pada intinya para karyawan menginginkan putusan pengadilan seadil-adilnya. Selain itu, lanjutnya, karyawan juga menuntut agar uang mereka segera dikembalikan. “Mengenai hukumannya, itu terserah putusan pengadilan,” tandasnya.

Mengenai penyalahgunaan uang tersebut, diakui Giyanto, pihaknya tidak bisa menyampaikan lebih detail. Karena menurutnya, uang tersebut bisa dikatakan tak jelas disalahgunakan untuk apa saja. Pihaknya melaporkan masalah tersebut ke pengadilan agar lebih mengetahui detailnya.

Ditambahkan Giyanto, kasus tersebut muncul sejak setahun lalu. Saat kasus tersebut terkuak, lanjutnya, karyawan anggota koperasi sempat melakukan aksi demo dan upaya-upaya penyelesaian lainnya dengan pengurus koperasi. “Namun karena tidak ada jalan penyelesaian, akhirnya masalah tersebut dibawa ke jalur hukum dan saat ini dalam proses persidangan di PNBB,” ujar Giyanto.

Harus dikembalikan

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cimahi, Ade Irawan yang dihubungi melalui telepon selulernya semalam mengatakan, pihaknya akan menugaskan beberapa pengurus Dekopinda untuk meminta klarifikasi mengenai masalah tersebut, baik kepada pengurus koperasi maupun kepada karyawan yang menjadi anggota koperasi tersebut.

“Kita akan meminta klarifikasi bagaimana duduk persoalannya, apakah betul ada penyelewengan atau tidak. Kalau ada, itu memang harus diproses secara hukum,” ungkap Ade yang juga Ketua DPRD Kota Cimahi.

Ditanya mengenai tuntutan karyawan agar uang dikembalikan kepada karyawan, ia mengatakan, kalau memang uang yang diduga diselewengkan tersebut milik karyawan, maka harus dikembalikan.

Yulia Sari

27208002

2EB12

Tentang liea02

charming
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s